Menurut H. Ahdar, nyongkolan adalah acara kunjungan ke rumah mempelai wanita dengan membawa serangkaian tetuah, tokoh agama, dan para wanita-wanita cantik yang melambangkan keseriusan mempelai pria bahwa ia bersungguh-sungguh ingin memiliki wanita tersebut.
Kegiatan ini diiringi kedua mempelai, dari kediaman pria ke rumah wanita, yang diikuti keluarga, kerabat, dedare-dedare, terune-terune sasak dan pemuka agama Yang menggunakan pakaian adat sasak, serta rombongan musik Gendang beleq guna memeriahkan acara nyongkolan.
Rombongan dedare-dedare sasak biasanya membawa makanan seperti buah-buahan, hasil kebun maupun sayuran.
Uniknya, ada mitos yang dipercayai oleh warga sasak terkait dengan nyongkolan ini. Menurut kepercayaan lama yang masih berkembang dan turun temurun, jika tradisi nyongkolan ini tidak digelar setelah prosesi akad nikah, maka rumah tangga sang pengantin tersebut biasanya tidak akan bertahan lama atau keturunan dari pasangan pengantin ini biasanya akan terlahir dalam kondisi cacat fisik.
Nyongkolan dalam bahasa indonesia artinya adalah bertanda yang merupakan tradisi suku sasak di Lombok untuk tujuan bersilaturahmi ke kediaman mempelai perempuan guna menghormati kedua orang tua beserta kerabat mempelai perempuan. Tradisi nyongkolan di iring-iringi oleh gendang beleq.
Gendang beleq merupakan sebuah alat musik tradisional suku sasak asal Lombok yang dimainkan secara berkelompok. Beleq artinya besar sedangkan gendang artinya pukul, kelompok ini memainkan dua buah gendang besar yang di iringi bunyi trompet dan kecrek, biasanya dalam satu kelompok pertunjukan berjumlah 20 orang. Dulunya gendang beleq dijadikan alat sebagai penyemangat bagi perajurit yang akan pergi maupun pulang dalam peperangan. Namun, Gendang bleq digunakan sebagai musik pengiring dalam upacara-upacara adat.
Gendang beleq bukanlah satu-satunya yang menarik perhatian, kumpulan sesajian yang disimpan ditempat makanpun menjadi daya tarik, semuanya adalah bagian dari tradisi nyongkolan.
KESIMPULAN
Jadi tradisi nyongkolan bukan sekedar dilakukan begitu saja, tetapi nilai kesakralannya harus tetap dijaga dan dilestarikan. Dan tujuan utama tradisi nyongkolan ini untuk menghormati mempelai perempuan beserta keluarga besarnya.

